IFRAME SYNC

Dalam kasus tindak pidana korupsi, dan ada kabar bahwa EH juga terjaring dalam rencana dugaan menyuap pihak penyidik dan hakim.


Jakarta – tangraya.com

Dalam persidangan Kejaksaan Tipikor Jakarta Selatan, Bahwa EH diduga Bapak Asal Senang (BAS) akan mengatur perkara ini cukup ia, minggu (15/10).

Dalam kasus tindak pidana korupsi, dan ada kabar bahwa EH juga terjaring dalam rencana dugaan menyuap pihak penyidik dan hakim.

Ada beberapa hakim dan informasi yang di dalam sidang, ternyata EH adalah orang yang BAS, semua beres.

Namun EH tak senang menterinya di kenakan hukum berat, dan ia akan cari cara yang jitu, asal JGP bebaskan hukuman.

Maka, EH sering melakukan pendekatan sidang dan pada ketua hakim agar BAS, akan di upayakan beres.

“Kami juga akan menetapkan EH menjadi tersangka dalam kasus ini BTS dalam kementrian Komimfo JGP sidang nanti”, katanya Iwan.

Menurut Iwan, Kejagung akan menagkap EH agar di proses hukum.

Menurut informasi kata Iwan, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Edward Hutahaean (EH) sebagai tersangka baru.

Kini BTS akan menambah tersangka barus kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur base transceiver station (BTS) 4G Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2020-2022.

Edward sempat disebut sebagai orang yang menawarkan jasa menutup perkara ini.

Nama Edward muncul dalam proses persidangan kasus dugaan korupsi BTS dengan terdakwa mantan Menkominfo Johnny G Plate, mantan Dirut Bakti Kominfo Anang Achmad Latif.

Tenaga Ahli Human Development Universitas Indonesia (Hudev UI) Yohan Suryanto yang digelar di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasaa (26/9/2023), dikutip detik.com.

Saat itu, jaksa menghadirkan Komisaris PT Solitech Media Sinergy Irwan Hermawan sebagai saksi mahkota, yakni terdakwa yang bersaksi untuk terdakwa lain.

Dalam kesaksiannya, Irwan menyebut ada orang yang menawarkan jasa menutup perkara dugaan korupsi BTS.

Ada pihak yang saya dengar datang ke Kominfo, ke Pak Anang (mantan Direktur Utama Bakti Kominfo Anang Achmad Latif).

Menakut-nakuti dan mengancam begitu sekaligus meminta proyek dan menawarkan untuk penyelesaian penyelidikan,” kata Irwan.

henry / tangraya

Berita Terkait

Top