Tangerang kota, tangraya, com
Pihak Pekerja kerap minta transfer dari keluarga di kampung, untuk ongkos pulang karena terlambat dari perusahaan gajinya tukang. Terus, dari pihak DPUR Kota Tangerang, lambat merespon pekerjaan.
Sementara keselamatan di sekitar proyek juga kerap rawan kecelakaan seperti di Jalan Daan Mogot sekitar proyek akibat rendahnya pengawasan dan rambu-rambu sekitar proyek yang keluar masuk truk yang bawa material.
Jalan Lio Baru /Buraq Negalsari juga kerap macet akibat penyempitan pengerjanan proyek, belum lagi tumpahan material yang menyebabkan debu dan becek bagi pengguna jalan sering terjebak di tegah jalan yang sempit itu akibatnya macet sekali.
“Gangguan proyek ini turut di rasakan para pedagang yang berdagang sepanjang jalan dagangannya, sepi karena kesulitan akses jalan”, Heni (45) warung
Menurut Jandri Aktivis dan Konsutan hokum mengatakan, Proyek ini juga di rasakan perusahaan biznet telah beberapa kali perbaiki customers merasa di rugikan karena kabel optiknya dan tiangnya di bongkar tanpa kordinasi pada pihak perusahaan.
“sampai saat ini pihak DPUR seolah tidak mendengar pihak pegawai dan lingkungan hidup, apabila dalam bulan ini tidak solusi pihak DPUR Kota Tangerang, tentang pekerjaan, pihak kami akan melaporkan pada pihak terkait”, ujarnya jandri. (henri/tr)





